Minggu, 29 Januari 2017
Mulut-mu Harimau-mu
Pernah ga, kita ga sengaja mengucap sesuatu dan membuat orang lain tersinggung?
Kalau pernah, berarti kita sama..hiks
Ya, mulutmu harimaumu... kadang tanda sadar apa yang kita ucapkan menyinggung & menyangkiti orang lain. Padahal kita ga ada niatan sedikitpun untuk melakukannya. Hanya karena kurang kontrol lisan dan pemilihan kata-kata.
Pun dengan pasangan, apalagi via telfon. Bisa banget menimbulkan banyak persepsi karena ga saling tatap saat berkomunikasi. Yang ada niatnya ingin diskusi, jadi diakhiri tiba-tiba karena mood hilang seketika.
Dan kata "Maaf maaf maaf", cuma itu akhirnya yang bisa terucap.
Hiks,...pelajaran penting banget buat saya, untuk lebih bisa menjaga lisan dan memilih kata-kata yang tepat dalam bicara.
Ga hanya sama pasangan, sama anak juga sama. 2 hari ini tidak ada perubahan signifikan. Masih suka (tiba-tiba) ngomong keras. Karena dorongan emosi eksternal. Masih suka pake nada merintah, ancaman kalau anak sudah mulai ga kondusif... hiks rasanya kalau ada penilaian tentang komunikasi sama anak, dapat nilai 6 sudah bagus banget. 😁
Duuuh...perubahan itu memang ga ada yang instan. Proses nya ini yang luar biasa butuh perjuangan. Terutama perjuangan mengontrol emosi yang up down, yang seringkali berimbas pada kata-kata yang terucap.
Sudah banyak tau tentang Bahasa Bunda, bahasa kasih dll tapi aplikasi nyata nya yang masih jauh panggang dari api. 😭
Ya Allah bantulah hambaMu ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yang bisa mengontrol emosi dan lebih sedikit lembut dalam bertutur kata dengan anak & suami. Sehingga tidak ada lagi yang tercederai perasaan nya hanya karena lidah yang tak bertulang ini. Aamiin
#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar