Social Icons

Tampilkan postingan dengan label bakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Spirit agar tak mudah sakit

Kita tidak merasakan sakit ketika kita fokus untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Namun ketka kita memikirkan diri kita sendiri, bersiap-siaplah kita akan lebih banyak merasakan sakit daripada senang dan bahagia.

Mari kita bercermin dari kisah seorang ibu. Seorang ibu rumah tangga biasa, namun memiliki spirit yang luar biasa. Rock you! Jadikan masalah sebagai penggugah jiwa yang terlelap. Hentakkan pikiran yang beku dan terbelenggu. Pompa semangat yang sekarat. Segera maju seperti spirit seorang ibu.

Ibu ini baru saja pulang dari pasar. Namun sampai di depan rumahnya, dia melihat pemandangan memilukan. Rumah yang ia tinggalkan terbakar! Tiba-tiba dia teringat. Anaknya yang baru berumur tujuh bulan berada di rumah itu! Bergegas sang ibu berlari secepat-cepatnya. Belanjaan ditangannya dilemparkan. Dia terobos kobaran api yang makin membesar. Demi menyelamatkan bayinya, ia luka-luka, berdarah-darah, api membekar tubuhnya, kepalanya pening tertimpa genting dan reruntuhan puing. Tapi tidak peduli, demi buah hati. Sakit tak ia rasakan. Ia terus menerobos mencari-cari. Dia dapati sang bayi. Terkapar dalam luka bakar.

Buru-buru ia gendong, tertatih-tatih, menerobos keluar dari api yang berkobar. Ia membelai sang anak, dan bergegas mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

Jibaku sang ibu membuatnya tak secuilpun merasakan pedihnya sakit dan luka. Fokus pada buah hatinya. Cintanya. "anakku... Anakku..." itulah yang ada dalam benaknya. Seluruh potensi, kekuatan dan daya upaya pun tertuju padanya.

Ketika sang ibu dirawat dirumah sakit. Dia baru sadar ternyata tubuhnya penuh luka bakar. Kapan sang ibu merasakan sakit? Bukan! Bukan ketika menerobos kobaran api atau ditimpai reruntuhan puing rumahnya. Dia baru merasakan sakit ketika sang anak dalam perawatan rumah sakit. Saat tanggung jawab perawatan dialihkan kepada pihak rumah sakit, dan diapun sendirian.

Saat memikirkan dirinya sendiri, tubuhnya yang penuh luka, kaki dan tangannya yang penuh darah. Ketika itulah pedihnya mulai dirasa. Kepala, tangan, punggung dan kakinya sudah tidak menentu kondisinya. Sakit yang sedari tadi tertahan itu pun muncul tiba-tiba. Ketika ia mulai memikirkan. Dalam kesendirian.

Nyambung dengan pembahasan kemarin tentang fitur unik, berbicara fitur terkait erat dengan manfaat, sedangkan unik terkait dengan personality. Fitur unik terkait erat dengan personality yang bermanfaat / produktif. Fitur unik atau bakat merupakan unsur-unsur pembentuk kekuatan. Bakat adalah anugerah tuhan yang diberikan kepada semua orang. Mari kita fokus kepada pemanfaatan bakat dan menjadi pribadi yang terindah sesuai dengan bakat yang kita miliki.  

*Terinspirasi 
Talent Mapping Abah Rama
Spiritual Problem Solving - Kang Puji

Kamis, 25 Juni 2015

Animals schooling

"Animals Schooling"
Di sebuah Hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang. Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia. Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulusy semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dlm sekolah tsb.
a. Terbang
b. Berenang
C. Memanjat
d. Berlari 
E. Menyelam


Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak. Terlihat diawal masuk sekolah, masing-masing siswa memiiki keunggulan pada mata pelajaran tertentu. Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yg berada diatas kemampuan binatang lain. Demikian juga katak, sangat mahir pd pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian krn "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel. Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari. Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi krn belajar terbang. Bebek seringkali ditertawakan meski sdh bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sdh mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik. Tidak ada siswa yg menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna. Kini, kelamaan. Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenag dg baik krn sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, krn terlalu sering belajar memanjat. 

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita. Orangtua berharap anaknya serba bisa. Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5. Padahal baru beberapa hari lalu mendaftar & ujian beasiswa doktoral. Gak ditanya tuh matematikanya dapat berapa?

Mari kita syukuri karunia  luar biasa yang sudah Alloh amanahkan kepada kita para orangtua yang memiliki anak sehat dan Lucu. Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing2, Ada yg dominan di Limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak. Sehingga masing2 memiliki kelebihannya masing-masing...

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senatiasa fasilitasi agar terus berkembang. Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya. Karena sesungguhnya setiap anak yg terlahir didunia ini adalah cerdas (dikelebihannya masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar diantara kegelapan Malam. Inilah saatnya kita bergandeng tangan  menggali potensi diri anak & anak didik kita seoptimal mungkin.

Selamat beraktivitas Ayah & Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan ananda kelak di dunia & di akhirat...

Minggu, 21 Juni 2015

Menemukan Bakat

Berkali-kali, bertanya kepada diri sendiri "bakat kamu apa dwi laelasari?" dan selalu bingung sendiri menjawabnya, kemudian muncul kesimpulan pamugkas, "ngapain repot-repot tahu bakat kita, yang penting jalani aja hidup ini" alhamdulillah hari ini sedikit dapat pencerahan apa itu bakat, sebuah catatan dari hasil talent mapping abahnya fatih.

-----
Sudah ratusan tahun manusia dinasehati agar menjadi diri sendiri atau be yourself. Namun, sampai saat ini istilah "menemukan diri sendiri" masih saja menjadi misteri sehingga nasehat diatas seakan hanya mimpi saja. Kalau saja kita bisa mengetahui siapa diri kita dan untuk apa kita diciptakan, maka disanalah kita akan menemukan jalan kesuksesan kita sebenarnya.

Sesungguhnya setiap perancang (pencipta) memiliki maksud (purpose) dan tujuan ketika merancang atau menciptakannya. Kita bisa mengetahui maksud dan tujuan dari perancang (pencipta) dengan melihat hasil rancangan atau produk ciptaannya. Misalnya rancangan sebuah mobil, bila kita melihat sebuah mobil dengan kursi sebanyak 40 buah, maka kita tahu bahwa maksud perancangnya adalah membuat mobil untuk mengangkut banyak penumpang. Bila kita lihat rancangan mobil menggunakan bak di belakangnya, maka kita menyebutnya untuk alat angkut barang.

Bagaimana dengan penciptaan manusia? Seperti halnya mobil dibuat untuk mengangkut benda dari satu tempat ke tempat lain, maka manusia diciptakan untuk memberi manfaat atau kontribusi bagi lingkungan atau orang lain. Manusia juga diciptakan dengan rancangan atau fitur yang berbeda-beda. Tuhan pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu dengan menciptakan manusia dengan bentuk dan rupa yang berbeda-beda. Bahkan dalam ukuran jumlah bisa dengan bilangan tak terhingga, sepanjang jumlah manusia yang pernah hidup di muka bumi.

Manusia memang sangat unik, tidak ada duanya karena walaupun sudah milyaran manusia diciptakan di dunia, tidak ada satupun yang sama walau kembar sekalipun. Begitu uniknya sehingga sebenarnya masing-masing adalah very special limited edition. Bagaimana kita tahu keunikan kita? Apa yang berbeda dan unik antara satu manusia dengan lainnya? Jawabannya adalah sifat atau personality.

Analogi dengan mobil yang memiliki fitur (rancangan) tertentu agar memberi manfaat tertentu. Demikian juga dengan rancangan atau bentuk rupa manusia yang sangat beragam. Bisa dipastikan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Disamping beda dalam warna kulit, bentuk wajah, rambut, tinggi, bentuk sidik jari dan lain sebagainya, ada fitur yang unik lain yang kita miliki dan berbeda satu sama lainnya. Fitur ini terutama berhubungan dengan sifat atau personality. Lebih lanjut, personality yang dimaksud adalah personality yang bermanfaat atau personality yang produk of. Personality yang produk of inilah yang selanjutnya disebut dengan bakat.
-------


Semoga kami bisa menemukan bakat kami masing-masing dan memberikan manfaat kepada orang lain. Bukankah sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain?