Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Foods for Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foods for Family. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Mangut Ikan Pe Asap

Lama ga masak ini... "Mangut Ikan Pe Asap". Kalau dulu zaman masih gadis, tinggal di Pekalongan,...lauk ini salah satu jadi lauk favorit yang cucok di sandingkan dengan nasi megono. Hemmm kebayang deh sedap nya,..citarasa gurih santan, pedes pedes jahe plus aroma khas ikan asap.

Di Pekalongan, tidak sulit menemukan masakan ini di warung warung makan. Iya karena bahan baku ikan pe asap nya juga mudah di dapatkan. Tapi kalau di Bontang, agak susah. Dan tidak setiap saat ikan pe ini tersedia.

Nah kalau kebetulan paklek sayur bawa ikan pe, selalu deh beli. Ya walaupun rasa nya beda dengan ikan pe yang di Pekalongan. Kalau di sini, cenderung bau dan dagingnya tebal. Potongannya pun besar -besar dan lebih gelap warna nya.

Baiklah, setelah ikan pe didapat. Saat nya mengeksekusi nya. Kalau saya agak sedikit berbeda dalam mengolah ikan ini.
Dikarenakan agak sedikit berbau, jadi sebelum di olah, saya bumbuin dulu, terus di goreng sebentar.

Lebih lengkap nya di bawah ini ya:

Bahan utama:
* 3 potong ikan pe ukuran besar (1 ikan pe potong menjadi 3)
* 500ml santan

Bumbu rendaman ikan pe:
* 3 siung bawang putih
* 1 ruas jahe
* 2 sdt garam (secukupnya)

Bumbu utama (haluskan):
* 5 siung bawang merah
* 2 siung bawang putih
* 1 buah kemiri
* 1 sdt ketumbar
* 2 cabai merah ( buang biji)
* garam secukupnya
* 1 cm kunyit
* 1 cm jahe
* 1 sdt gula merah
Bumbu penambah aroma:
* 2 lembar daun salam
* 1 ruas lengkuas
* 2 lembar daun jeruk
* 1 barang sereh
Bumbu tambahan (iris):
* 3 cabai hijau
* 2 batang daun bawang
* 1 buah tomat 

Cara memasak:
1. Halus kan bumbu rendaman, kasih air secukupnya dan rendam potongan ikan pe. Diamkan kurleb 30menit.
2. Sambil menunggu bumbu meresap ke ikan pe, persiapkan bumbu utama. Haluskan menggunakan cobek. Kalau kerepotan, bisa juga dengan di blender.
3. Iris bumbu pelengkap. Sisihkan.
4. Setelah dirasa bumbu rendaman meresap, panaskan minyak. Sebelum masukkan ikan pe, terlebih dahulu masukkan jahe yang telah di iris (di geprek aja juga boleh), tujuan nya agar mengurangi bau ikan pe. Tunggu beberapa saat, sampai mengeluarkan aroma, baru masukkan ikan pe. Goreng beberapa saat, jangan sampai terlalu gosong ya. Angkat & diamkan
5. Tumis bumbu pengharum terlebih dahulu, terus masukkan bumbu utama. Tumis sampai harum. Kemudian masukkan bumbu tambahan. Kalau dirasa terlalu kering, tambah kan air sedikit, tumis sampai benar benar harum. Selanjutnya masukkan ikan pe yang telah di goreng, beri air sedikit dan tutup. Biarkan bumbu meresap beberapa saat.
Setelah itu masukkan santan. Didihkan sebentar. Dan silakan dicicipi terlebih dahulu sebelum diangkat.
6. Kalau dirasa sudah pas rasanya, angkat dan sajikan selagi hangat dengan nasi hangat. Lebih nikmat ditemani mendoan atau kerupuk.

Untuk yang tidak menyukai ikan pe asap, resep ini bisa untuk mangut ikan lele.
Selamat mencobanya yaa dan semoga bermanfaat untuk para Bunda yang "galau" karena kurang bisa masak, macam saya.

Senin, 01 Juni 2015

Ayam Goreng Tepung Keriting

Akhirnya, bisa keriting juga ^_^ hehe ini pertama kalinya masak ayam goreng tepung bisa keriting gini. Pernah beberapa kali nyoba hasilnya ada yang  "bantat", ada yang gosong diluar, tapi dalemnya belum matang. Fyuh sempat kapok sih,.. tapi ingat Fatih ku yang doyan banget ayam, akhirnya nyoba lagi deh. Dan taraaa hasilnya keriting euy,.. mateng luar dalam. Fyi ini tanpa bahan-bahan aneh ya,..semua bumbu alami, tanpa penyedap dan pengembang. Yah walaupun masih kalah keriting sama yang dijual umum, tapi boleh lah untuk pemula seperti saya,... yang paling penting kan suami dan anak doyan. Hehe ...

Ini dia resep Ayam Goreng Tepung Keriting

Bahan  :
* Ayam 1/2kg
* 6 sdm Tepung terigu
* 3 sdm tepung kanji/tapioka
* air es secukupnya
* minyak untuk menggoreng

Bumbu dihaluskan :
* 3 siung bawang putih
* 1 sdt garam
* sejumput ketumbar
* 1cm kunyit
*1cm jahe

Bumbu tambahan :
* garam secukupnya
* merica secukupnya

Cara membuat:
* Potong ayam jadi 6 bagian, bersihkan dan sisihkan
* Ulek bumbu2 sampai halus, setelah itu balur kan ke ayam yang sudah dibersihkan.
* Diamkan ayam sampai bumbu meresap, taruh d bawah freezer 30menit s/d 1jam.
* Setelah dkira cukup bumbu meresap ke ayam, siapkan air es,tepung terigu dan tepung kanji di wadah yang berbeda.
* Beri garam dan merica secukupnya pada tepung terigu dan remas-remas agar terigu tidak menggumpal.
* Panaskan minyak dalam wajan ( minyak yang banyak, agar saat menggoreng ayam tercelup semua)
* Ambil ayam, balur ke tepung kanji, celup ke air es dan balur ke tepung terigu sambil di remas-remas. Dan langsung goreng dalam minyak goreng panas  yang banyak. Ulangi sampai ayam habis.

PS: Setelah dibalur terigu langsung si goreng, jangan di diamkan dulu, karena kalau di diamkan, tepung akan basah dan menggumpal di ayam, jadi pas di goreng tidak keriting.

Oiya, dapat bocoran resep dari teman yang kebetulan suami nya jualan ayam goreng tepung, kalau meremas remas tepungnya itu semakin lama semakin bagus lho hasil keritingnya. Kemarin saya mah ga lama lama banget sih, yang penting diremas dan dihambur supaya tidak menggumpal. ^_^

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ^_^ Happy Cooking

Sabtu, 30 Mei 2015

Pindang Tetel, Sebuah Rasa dari Kampung Halaman

Pindang Tetel, bagi masyarakat Pekalongan adalah menu kudapan sehari hari. Banyak banget penjual yang menjajakan makanan ini di Pekalongan. Maklum makanan ini sudah menjadi ikon kuliner di kota batik. Selama 22 tahun hidup di Pekalongan, hampir setiap hari jajan makanan ini, dipadu kluban (urapan sayur) dan kerupuk usek (kerupuk yang di goreng pakai pasir), citarasa makanan ini luar biasa euy. 

Sampai akhirnya merantau ke Bontang, sempet galau waktu ngidam makanan ini... aaah citarasa kampung halaman yang ngangenin bagi perantauan macam saya. 

Walaupun hampir tiap hari makan, tapi jarang orang Pekalongan yang tahu resep makanan ini, termasuk Ibu saya. Hihihi Awal niatan masak pindang tetel disini, telfonlah Ibu, eh ternyata beliau juga ga tahu resepnya. Hahahay, Alhasil solusi praktis yang kekinian, ya apalagi kalau bukan browsing di google. Weew, ternyata banyak euy resep pindang tetel khas Pekalongan ini. Baca sana sini, akhirnya mix & match resep sana sini... dan jadi lah resep Pindang Tetel yang sesuai dengan lidah saya. 

Pindang Tetel Menjadi resep andalan kalau kangen kampung halaman. 

Ini dia Resep Pindang Tetel khas Pekalongan


Bahan:
● 250 gram daging sapi, dicincang kasar
● 500 gram tulangan sapi
● 500 gram kikil, potong bentuk persegi (optional, kalau saya jarang pakai))
● 4 liter air untuk merebus daging

Bumbu yang dihaluskan :
● 6 siung Bawang merah
● 4 siung Bawang putih
● Cabai Merah 3 buah (buang biji atau sesuai selera)
● 5 buah Kluwak
● Ketumbar 1 sdm
● Merica 1 sdt
● Garam 1 sdm/ sesuai selera
● Gula Jawa secukupnya
● 10 cm Jahe
● 2 cm Terasi

Bumbu lain:
● 8 siung Bawang merah iris tipis
● 250gr daun bawang iris lembut (lebih banyak lebih enak)
● Lengkuas ( memarkan)
● Daun salam secukupnya
● 3 buah Sereh (memarkan)
● 4 sdm minyak goreng untuk menumis
● Kecap manis secukupnya (optional)

Cara Membuat:
  1. Rebus tulangan & daging sampai empuk. (Kalau saya pakai api kecil, selama 1-2jam sampai daging empuk). 
  2. Sambil menunggu rebusan daging, haluskan bumbu. Kalau saya lebih suka di ulek, tapi kalau mau di blender si its oke.
  3. Haluskan kluwek di tempat terpisah.
  4. Panaskan minyak kemudian tumis bawang merah dan daun bawang yang sudah diiris tadi, masukkan bumbu halus, daun salam, sereh sampai harum. Terakhir masukkan kluwek yang sudah dihaluskan. Tuang sedikit air, aduk rata sampai tercium aroma harum khas bumbu nya.
  5. Masukkam tumisan bumbu ke dalam rebusan daging. Aduk-aduk rata kemudian tambahkan kecap manis secukupnya atau sesuai selera (optional)
  6. Waktunya mencicipi... dan hidangkan selagi hangat.

Note: 
Makan pindang tetel lebih nikmat ditambah kerupuk usek (kerupuk yang digoreng dengan pasir).

Kerupuk usek ini hanya ada di Pekalongan. Jadi sebelum masak jauh jauh hari request minta dikirimkan kerupuk usek dari Ibu. Heuheu ...

Dan bisa merasakan makanan khas kampung halaman di tanah rantau, hasil masakan sendiri, itu rasanya sesuatu.