Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Institut ibu profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Institut ibu profesional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2019

Main Hujan

Salah satu aktivitas yang selalu bikin 3 kakak beradik berbinar adalah main air dan tanah. 

Iyes, apalagi kalau hujan-hujanan. Beuuuh... Sudah asyik tuh ketiganya. 



Kakaknya sibuk membangun bendungan dari tanah. Keruk-keruk bikin jalan air panjang. Kalau airnya mengalir di jalan yang dia buat, hebooh girang banget. 

Mbanya heboh sama air yang ngenain mukanya. Dia ga mau pake baju kalau main hujan, takut bajunya basah. Hehe 

Adiknya ini yang paling lucuuu, suka nengadah keatas dengan mulut terbuka, minum air hujan. 

Selama di Jawa, seriiing banget hujan-hujanan. Kalau sudah mendung banget, udah deh standby pada nungguin hujan turun. 

Yang saya amati saat melihat mereka main hujan-hujanan adalah mereka bertiga bahagiaa. 

Kakak asyik berimajinasi membangun jalan air. Seringnya mulutnya sambil ngomong, "ini namanya bendungan mi, nanti airnya masuk sini, biar ga keluar lagi". 

Mba lebih seneng nadahin air hujan di wadah mainannya. Dia lebih seneng bawa perkakas mainan masak-masakan sambil hujan-hujanan. Tetep ya main pretend play masak-masakan dibawah air hujan. 

Dan adik yang masih terbilang bayi untuk main hujan-hujanan, sengaja saya biarkan bebas. 
Kecipak kecipak air genangan, osak osek tanah pake tangannya, dan sesekali nyicip tanah beceknya. Hehe Ini sekaligus bisa menstimulasi motorik halusnya, bakat indera peraba (tangan saat bersentuhan dengan tanah), kulit saat kena tetes air hujan, kaki saat berjalan dibecek tanpa alas kaki. Dan kekuatan daya tahan tubuhnya. 

Selalu bahagia kalau melihat mereka main hujan-hujanan. Sehat sehat ya semuaa... Puaskan bermain hujan-hujanan selagi ada kesempatan ya nak. 

Senin, 01 April 2019

Kecerdasan Intrapersonal Kakak




Awalnya saya agak risih, saat kakak ikut nimbrung obrolan orang dewasa. 

Ya karena dilingkungan kampung saya, anak yang suka nimbrung gitu dicap pengganggu, "ngriwuhi" kalau bahasa kampungnya. Orang dewasa lagi ngobrol, ikut-ikutan. 

Tapi pas di rumah nenek buyutnya di Magelang, saya melihat sisi lain dari kakak. Dengan santainya dia ngobrol dengan bude depan rumah. Nyambung saja dengan obrolannya. Kakak menjawab pertanyaan yang diajukan dengan tegas tanpa ada rasa canggung atau malu-malu. 

Bukan berarti dia ga sopan ya. Tapi dia punya nilai lebih di kecerdasan intrapersonalnya. Dia mudah berkomunikasi dengan oranglain. Pun dia mudah beradaptasi dengan teman yang baru dia temui. Ya walaupun memang dia lebih banyak omong dan terbilang cerewet. 

Disini yang perlu diasah adalah tentang adabnya. Alhamdulillah dengan bantuan buku komik adab, sedikit banyak membantu kakak mengetahui adab ketika ada diluar rumah, ketika bergaul dengan orang lain. 

Dibalik tingkahnya yang aduhai aktifnya. Dibalik mulutnya yang ga bisa diam. Dia menyimpan sisi yang luar biasa ❤

Kamis, 14 Februari 2019

Lego Kakak

Kakak ini hobi sama lego. Dia bakal asyik sendiri menyusun lego sesuai imajinasinya. Kalau dirumah, lego stik andalannya yang dia susun menjadi aneka bentuk robot. 

Berhubung lego stik ga dibawa mudik, maka belilah kami mainan. Kakak memilih lego dengan bentuk unik ini. Saya baru lihat yang model beginian. Hehe dan menyusunnya pun sesuai imajinasi banget. 


Utak-atik sesuka hati, tiap hari. Sambil screentime tangan pun utak atik. Sambil jalan-jalan ke lapangan, diapun bawa itu lego. 



Kaitannya dengan kecerdasan matematika logis adalah saat kakak menyusun dia akan berpikir akan dibentuk seperti apa, bagaimana cara menyusunnya biar jadi robot dan juga memperkirakan berapa biji lego yang dia butuhkan untuk membuatnya.


Senin, 11 Februari 2019

Mengenal Bentuk Geometri : Masukkan Sesuai Bentuk Lubangnya


Karena kami masih di Jawa dan ga bawa mainan anak-anak, maka diputuskan untuk membelikan mereka mainan. Tapi saya ga mau yang asal mainan. Kalau bisa mainan yang bermanfaat menstimulasi tumbuh kembang anak. 

Dan terpilihlah bola dengan berbagai bentuk geometri. Dari bintang, lingkaran, setengah lingkaran, persegi, jajaran genjang, oval. Bentuk-bentuknya dimasukan ke lubang yang sesuai. 





Murah harganya..  Tapi insya Allah bermanfaat untuk merangsang kemampuan logis -matematik anak gadis. 

Dengan bermain ini, anak gadis jadi tahu aneka rupa bentuk. Terus memilah bentuk mana yang mau dimasukkan ke lubang yang sesuai. Daan memasukkan bentuk yang dipilih ke dilubang yang sesuai dengan tepat. 
.
.
.
#harike1 #tantangan10hari  #level6 #matharroundus #ilovemath

Jumat, 01 Februari 2019

Aliran Rasa (G5)



Sebenarnya kebiasaan membacakan buku pada anak sudah dimulai sejak 4tahun silam. Iya saat kakak menginjak usia 2 tahun. Namun, saya terlewat untuk mencatat buku apa saja yang sudah kakak baca.

Di game ini saya baru tersadar, bahwa untuk mencatat apapun buku yang dibaca itu penting. Untuk mengukur sejauh mana perkembangan / level bacaan anak. 

Rasanya perlu mengulang dari awal, merancang book of the day dan mencatatnya serta menceritakan kembali isi buku sebagai bentuk penguatan pemahaman anak akan buku yang sudah dibaca. 

Pohon literasi yang terimbun punya kakak, namun karena kami tinggal mudik, jadi tidak terdokumentasikan pohonnya.

Semoga makin semangat membacakan buku ke anak-anak yang memang sudah kecanduan buku. 

Jumat, 25 Januari 2019

Dimanapun, tetap Bedtime Stories

Kemarin, Alhamdulillah kami sudah di Jawa. Dan menginap di rumah bulek, di Semarang sebelum melanjutkan ke Pekalongan. 
Tetep yaa, dimanapun, bedtime stories tak boleh ketinggalan. Malah kalau ini biasanya kakak yang merengek duluan. Hihihi kalau emaknya mah pinginnya langsung tidur karena capek perjalanan .Hahaha 

Tapi kakak mah gaa, kudu baca buku, biar bisa tidur nyenyak. Dan semalam kakak mjnta di bacakan buku Komik Adab di Tempat Umum. Belum selesai sudah lelap. Alhamdulillah ... 


Giliran mba, yang awalnya minta baca Little Abid. Tapi ga jadi, beralih le buku Confidence In Science . Dibacain beberapa halaman, eh minta pake epen. Yaudah di turutin dan ga lama dia pun terlelap. 

Yaa buku-buku selalu dibawa kemanapun mereka pergi. Minimal banget bawa 1 buku, maksimal?  Tak terhingga...kalau bisa mungkin serak buku dibawa semua. Hahaha


Boyongan Buku

Karena mau mudik, jadi fokuspun ke persiapan packing danlainlain. Maka lupa lagi deh mencatat buku apa yang dibaca anak-anak. 

Setiap hari kami baca buku, tapi seringkali lupa dituliskan. Ini mah emang murni kealpaan emaknya yang ga langsung mencatat. Alhasil sejak tanggal 20 tak teringat buku apa yang dibaca anak-anak. Huhuhu saking banyak dan randomnya koleksi buku yang diangkut ke kasur. 😁

Dan persiapan pulang, kami membawa beberapa buku koleksi. Ada 2 buku seri Widya Wiyata Pertama, 3 buku seri Cakrawala Pengetahuan Dasar, 3 buku seri Confidence In Science, 10 buku komik adab, 2 judul seri Little Abid (ga kefoto) , 1 judul Halo Balita dan 1 buku Nabiku Idolaku Balita juga ga kefoto. 😁


Dan semua ini fixed menambah beban biaya bagasi. Hahaha Tapi tak apa, karena memang setiap pulang kampung, kudu wajib bawa buku. Ga bisa ditinggal. Dan semua buku ini pilihan kakak. Sengaja saya meminya kakak memilih buku apa yang hendak dibawa. 

Rasanya pingin punya stok buku juga di Jawa, biar kalau pulang, ga bolak balik boyongan buku yang beraaat. Hahaha apalagi sudah ga free bagasi, jadi ya mikit kalo mau membawa lebih banyak. Sedangkan kalau ga membawa buku juga ga mungkin, karena kakak sudah candu sama buku .Biarpun buku yang sama dan sudah berulang kali dibaca, tetep minta dibacakan.

Minggu, 20 Januari 2019

Buah Literasi (8)

20 Januari 2018

Siang hari tidak baca buku semua, karena asyik main dirumah temannya. Sore hari mba minta dibacakan buku. Favoritnya seri Little Abid, ambil 2 judul yaitu Aku Mandi Sendiri dan Aku Tahu Darimana Aku Berasal.

Malamnya kakak minta dibacakan buku seri WWP judul Penemuan dan Reka Cipta. Namun baru 2 lembar, udah lelap doa. Saking kecapekan, siangnya ga tidur siang.  

Buah Literasi (7)

19 Januari 2018

Sesi booktime siang kakak baca buku seri CPD "Seindah Alam Aslinya". Kalau mba ga baca buku seri Abid judul "Gigiku Sehat".

Untuk malamnya kakak minta dibacakan buku Muhammad Teladanku, jilid Mutiara Hikmah dan Komik Adab Terhadap Keluarga. Mba ga baca buku, karena rewel minta jalan-jalan, padahal sudah malam. Alhasil nangis dan ga mau dibacakan buku. 

Buah Literasi (6)

Yaah saya merasa kewalahan kalau urusan membacakan buku ke anak-anak, sampai seringnya lupa ga tercatat buku apa saja yang dibaca hari ini.

Seperti hari Jumat ini, 18 Januari. Mencoba mengingat buku apa saja yang dibacakan ke mereka. Aneh kan?  Ngebacain sendiri sampe lupa judul bukunya. Jangankan buku, orang nonton film aja kalau sudah selesai suka ga tau tadi judulnya apa. Hahaha Paraah...

Dan karena sudah menjadi kebiasaan, saya pun tidak membuat perencanaan buku-buku apa yang akan dibaca. Hiks, manut saja sama kemauan anak-anak. Ambilnya buku apa, hayuk ajaah.

Jadi hari ini, ga ada buku yang dituliskan. Karena kecerobohan saya.  Hiks padahal mereka membaca buku. Tak apalah... Intinya kami sudah menjadikan buku sebagai bagian dari hidup kami, entah tercatat atau tidak. 

Buah Literasi (5)

Tanggal 17 Januari 

Pagi-pagi mba sudah membaca buku Halo Balita pake epen. 



Kakak baca seri CIS "Kapan Bumi Lahir" bareng sama temennya Naufal, ga kefoto karena rempong sama adikbayi. Hehe

Sesi booktime siang, kakak minta dibacakan seri CPD "Pak Badru Kebingungan". Kalau mba ga baca buku, karena asyik main. 

Sesi malam, melanjutkan Pak Badru dan mba ikut mendengarkan.

-----

Buah Literasi (4)

16 Januari 2019

Pada hari ini, kakak dan mba tidak begitu banyak membaca buku. 

Sesi siang mba baca 5 buku Nabiku Idolaku Balita. Dan kakak baca 1 buku CPD "Tania Piranti dan Geng Lacak"

Sesi malam, mba dibacain buku Franklin sama Abahnya.  kalau kakak minta dibacain komik adab saat fenomena alam. 

-----

Rabu, 16 Januari 2019

Buah Literasi (3)

Buah Literasi (3)

Kemarin, 15 Januari, hari Selasa jadwalnya Selasa Pustaka. Kami pergi ke perpustakaan 😍


Disana selain bermain, tentu saja tujuan utama adalah mencari buku untuk dibaca, yang dirumah tidak ada. Hehe

Kakak habis 4 buku minta dibacakan. 
"Seri Mengenal Profesi Diplomat"
"Rori ke rumah sakit"
"Menyantap Hidangan Lezat" dan "Gua Harta Karun"


Kakak juga belajar membaca sendiri yanh judul Menyantap Hidangan Lezat.


Kalau mba, di perpus dia ga baca buku. Hehe asyik main ajaa. 


Pulang kerumah, booktime siang, kakak baca 3 buku seri Bunda Ajarkan Aku Ibadah, judul Zakat, Puasa dan Mengaji. Kalau mba seri English Time "Animals" dan "Tomorrow". Keduanya baca pake bantuan elektronik pen. 

Booktime malam, karena kakak sudah ngantuk berat, belum dibacakan buku sudah terlelap. Kalau mba, dibacakan Abahnya 2 buku, seri Franklin "Helm Baru" dan buku "Where?  Dimana?  50 Pertanyaan dan Jawaban"

Yang dibaca Mba 

Yeaaah kakak 7 buku kemarin dan mba 4 buku. 
Buah Kakak

Buah Mba

Emak bapaknya? Masih belum bergerak 😭😭😭 Pegimane inii yaak, asa ga bisa nyelipin waktu barang sebentar buat baca buku. (banyak alasaan) 🙈
.
.
.
#PohonLiterasi #BuahLiterasi

Selasa, 15 Januari 2019

Buah Literasi (2)

Buah Literasi (2)

Pohonnya sudah berbuah 😍

Karena sudah menjadi kebiasaan setiap hari jadi kami tidak merasa kesulitan untuk melakukannya. Hehe hanya saja karena jarang dicatat buku apa yang sudah dibaca, jadi agak kagok aja 😆

14 Januari, kakak dan mba sama-sama membaca 7 buku. Ada judul buku yang sama, karena memang dibacakan nya bersamaan.

Buah Kakak


Buah Mba

Kakak sesi booktime siang membaca seri Confidence In Science yang judul Bagaimana Letusan Gunung Berapi dan Gempa Bumi Terjadi sama Apa Bedanya Makhluk Hidup dan Benda Mati. 

Kalau mba baca 2 buku seri Little Abid yang judulnya Gigiku Sehat dan Aku Bangga pada Mereka. 

Lanjut sesi malam, mba minta dibacain buku Nabiku Idolaku Balita yang Nabi Hud as dan Nabi Sulaiman as. Naah kakaknya juga ngikut ngeboyong buku Nabiku Idolaku Balita lagi ke kamar dan saya pun membacakannya sambil memakai boneka tangan. Hanya 3 judul buku saja yaitu Nabi Ya'qub,  Nabi Yusuf dan Nabi Syu'aib. Setelah nya masing-masing asyik main.

Sesi Malam

Dan ga afdhol kalau kakak mau merem kok tanpa baca buku. Maka 2 buku lagi khusus dibacakan buat kakak yaitu seri mengenal profesi Masinis dan seri Cakrawala Pengetahuan Dasar "Berdeguel si Cemerlang". Kalau mba karena sudah ngantuk, gampang lelap ditangan lembut Abahnya. Hehe

Yeaaah... Buah mereka berdua rimbun 😍 buah emaknya? 😭 huhuhu belum bisa melanjutkan baca buku lagi karena eh karena..... (banyak alasan #plak). Kalau Abahnya pun belum 🤭 

Yayaya... Kami kalah sama anak-anak yang setiap hari nagih baca buku. Semoga besok emak bapaknya juga menyempatkan baca buku ye.... 
.
.
.
#PohonLiterasi #BuahLiterasi #TheExplorerFamily

Minggu, 13 Januari 2019

Pohon Literasi (1)

Kebiasaan membacakan buku sudah sejak kakak berusia 2 tahun.  Dan seringnya tanpa di catat buku apa saja yang sudah pernah dibacakan. Begini ini... Karena sudah menjadi kebiasaa, rasanya tak perlu lagi dokumentasi. 🙈

Nah untuk pohon literasi ini kami baru bikin, memakai ranting pohon jambu depan rumah. 🙊 ini hasil karya Abah dan kakak pagi tadi. Saya bagian membuat buah apel yang nanti dicantolin di pohonnya. 




Ohya, untuk booktime, kami sudah punya waktu tersendiri. Untuk kakak waktu dibacakan buku di jam 2 siang dan jam 9 malam sampai tertidur. Diluar waktu itu membaca pakai epen. Untuk adiknya mengikuti kakaknya. Gantian. 

Untuk kakak dan mba, kemarin sudah baca cemmacem buku. Hihihi kakak lagi demen seri Cakrawala Pengetahuan Dasar, sudah dibacakan judul Detektif kota bingar, Pencarian tujuh Saudara, Perjalanan Mikronaut dan  Silsilah Keluarga. 


Kalau mba lagi demen seri Little Abid. Sekali bacain bisa 4 buku, tapi ga di foto. Bisa buyar kalau tahu di foto malah minta pinjam HP. 🙊

Untuk saya sendiri, mulai 2019 mencanangkan "SUKSES SAYA MINGGU INI" dengan salah satu listnya adalah mengkhatamkan 1 judul buku per pekan. Dan baru mulai buku tentang tumbuh kembang Anak (belum khatam)

Untuk suami, belum membaca buku selain setumpuk dokumen sekolah. Hihihi sedang mempersiapkan persiapan ujian nasional siswanya, jadi belum selo baca buku.

Kira-kira buah siapa yaa yang bakal banyak menghiasi pohon literasi ini? ? Lets see...
.
.
.
#PohonLiterasi #BuahLiterasi #ExplorerFamily #dls

Sabtu, 15 Desember 2018

Gaya Belajar Kakak (10) : Berburu Serbuk Magnet


Menemukan magnet yang lama tersimpan itu bagai menemukan harta karun. Wkwkwk iya, kakak jadi heboh tempel sana sini, nyoba bisa nempel ga. 

Tempel ke kursi, ternyata ga bisa. Karena kursi kayu. Tempel ke sendok, bisa. Karena sendok logam dan eksperimen tak sengaja lanjut saat adiknya naruh magnet di pasir. Magnet di timbun pasir dan pas diambil, wooow ada serbuk-serbuk yang menempel 😍

Akhirnya kami berburu serbuk magnet di depan rumah. Kakak antusias menimbun 3 potongan magnet di tanah semi pasir di halaman depan rumah.  Dia pun berceloteh "ternyata tanah didepan rumah kita ada serbuk magnet juga ya mi" sambil berbinar semangat. 


Kita kumpulkan serbuk-serbuk yang menempel,  dan bikin gerakan serbuk menari diatas kertas putih. Kakak makin takjub... Dan dia mencobanya dengan menggerakkan magnet dibawah kertas. 



Masya Allah, hal-hal tak terduga bisa menjadi pembelajaran buat kakak. Dan kami mengumpulkan serbuk magnet ke dalam plastik kecil,  dan kakak menimbun magnet lagi di pasir "Fatih mau nimbun magnetnya ya mi, coba sampe besok, 24jam". Dengan harapan serbuk yang menempel lebih banyak. Hehe

Kali ini kakak visual dan kinestetik, dengan memperhatikan serbuk magnet yang menempel dan memperhatikan serbuk menari. Sambil dia yang menggerakkan magnetnya.

Gaya Belajar Kakak (9) : Belajar Sholat



Ini bukan kali pertama belajar sholat. Karena udah sering dan kakakpun alhamdulillah sudah rajin ke masjid tiap adzan berkumandang. 

Hanya saja kali ini ingin lebih memperdalam. Membenarkan gerakan sholatnya dan menuntun untuk menghafal bacaan sholatnya. 

Kalau Alfatihah dan beberapa surat pendek alhamdulillah sudah lancar. Niat sholat, doa iftitah, doa tahiyat awal dan akhir belum hafal full.  Paling depannya doank. Hehe

Nah kemarin pas lagi asyik main, terdengar kakak menyuarakan doa iftitah. Dan langsung saya sambut meneruskan dan hafalan bersama sambil mengecek bacaannya dari buku favorit kakak. 


Buku tentang belajar sholat melalui cerita. Biasanya kakak baca pake epen. Tapi kali ini saya yang bacakan sambil kakak menirukan gerakan sholat. 

Ya, kali ini semuagaya dia pake. Audiotory, mendengarkan pengucapan dari saya. Visual, melihat gerakan sholat dibuku. Kinestetik, mempraktekkan gerakan sholat.

Kamis, 13 Desember 2018

Gaya Belajar Kakak (8) : Berimajinasi


Bermain balok dan menyusunnya menjadi masjid. Eh bukan denk, kata kakak ini Mushola. Namanya Mushola Al Akbar.  Masya Allaah 😍


Saat menyusun ini tanpa intervensi. Ya iyalah, sudah 6 tahun sudah bukan waktunya lagi main intervensi. Cukup amati dan diapresiasi segala hasil karyanya. 

Lain siang hari, lain malam hari. Kakak menyusun magic straw menjadi kereta lorong waktu. 


Wooow, saya agak bengong sesaat. Loronh waktu?  Tanya saya. 

"Iya mi, itu yang kaya di doraemon. Kalo di doraemon namanya pesawat lorong waktu. Kalo ini karena panjang jadinya kereta lorong waktu."

Oh yaya...saya baru inget. Dia memang lagi demen sama doraemon. Screentimenya dia milih nonton doraemon.

Diapun dengan lancar menjelaskan 

" Dengan kereta lorong waktu ini kita bisa lebih cepat kemasa depan mi. Kalo biasanya 30hari jadi 2 detik saja"

Saya masih melongo. Saya jawab "iya iya" aja 😆. Karena semalam belum menemukan penjelasan yang tepat. Dan diapun lanjut menjelaskan lagi. 

" Yang warna hijau ini adalah masa lalu. Yang warna biru adalah masa sekarang, yang warna merah adalah masa depan. Kalau warna kuning adalah masa kebangkitan ultraman"

😱 saya makin melongo mendengarkannya. 

Masya Allaah... Dengan melihat film kesukaannya, kakak bisa berimajinasi seperti ini. 

Aaah emang anak-anak itu ga pernah salah meng-copy. Apalagi tayangan yang ditampilkan dilayar. 

Kalau begini, jadi visual dia dapat dari menonton. Audio dari suara tontonan dan kinestetik dari aktivitasnya membuat lorong waktu.

Sabtu, 08 Desember 2018

Gaya Belajar Kakak (7) : Menghitung dan Menulis Angka


Kakak, memang lagi hobi menghitung. Ya hitungan sederhana pake jari tangan dan kaki.  Belum saya tindaklanjuti untuk konsep hitungan belasan, puluhan ataupun ratusan. Hehehe 

Tapi belakangan dia suka tanya... 

"Ummi, 100 dikurangi 1 sama dengan 99 kan? "
Iya kak,  betul. 

"70 tambah 70 berapa mi?"
7 tambah 7 dulu, berapa kakak? 

Diapun ngitung. 

"14 mi"
Terus ditambah 0 belakangnya. Jadiiii

"140 mi?"
Iyap betul. 

Itu obrolan seputar penjumlahan yang terlontar dari mulutnya. Saya menjelaskannya sambil nyuci piring. 🤭 hihihi 
Iya,  kalau yang agak berat saya jelaskan saat dia bertanya. 

Nah sore ini,  dia buka buku aktivitas dan tampak asyik menghitung dan menuliskan angka. Tapi saya lihat angkanya terbalik. Hehe jadi saya ajak melihat cara menulis angka di yutub dan dia praktekkan. 




Yeeaaay dengan sekali lihat, kakak bisa menuliskannya. Eh emang sudah bisa, tapi caranya kadang dari bawah dulu, suka suka dia dan sering kebalik. 😁 Jadi dengan melihat video berulang, dia makin tau cara menulis angka yang benar. 


Jumat, 07 Desember 2018

Gaya Belajar Kakak (6) : Berkisah


Setiap menjelang tidur, baik siang maupun malam, bed time stories tak pernah lupa. Dan buku favorit kakak adalah tentang siroh Nabi Muhammad SAW. 

Awal memulai bedtime stories waktu usianya 2tahun. Waktu itu dia harus melihat bukunya pada saat dibacakan. Lambat laun, entah tepatnya sejak kapan, diapun sangat menikmati hanya dengan mendengarkan suara saya saat membacakan, tidak harus melihat gambarnya. 

Dia akan diam dan menyimak setiap kata yang saya ucapkan. Sampe lama kelamaan matanya terpejam. 

Kalau saat dibacakan buku dia akan diam tanpa petingkah macem-macem. Bertanya sesekali dan selebihnya mendengarkan dengan tuntas. 

Dan diapun akan lancar menceritakan kembali apa yang sudah dibacakan. Seperti kisah Rasulullah, dia akan semangat saat menceritakan beberapa perang saat menegakkan agama Islam melawan Quraisy. Dia bahkan detail, saya saja yang menceritakan sering lupa, eh dia ingat. Masya Allah... Auditory banget. Nangkap cepet kalau dibacakan cerita. 

Semalam, nyaris 1 jam saya berkisah. Dan bangun tidur sudah nagih minta lanjut jilid baru. 


Hemmm, karena ada kesepakatan jadwal baca buku, maka baca bukunya dilanjut pas jam tidur siang. Walaupun dia ga tidur, tapi tetap jam 2 siang waktunya baca buku sampai menjelang ashar. 

Ini kemarin, iseng saat saya minta kakak menceritakan tentang kisah Rasulullah.  Masya Allah... 



Semoga ga hanya tahu sirohnya tapi juga meneladani semua akhlakul karimah sang baginda Nabi Muhammad SAW.