Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Our Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Our Story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO)

Tepat setahun yang lalu, 3 Juni 2014, siapa yang menyangka bahwa calon adik nya Fatih harus dipaksa "keluar", karena tidak berkembang sebagaimana layaknya janin. Pendarahan yang telah terjadi selama 3 hari ternyata sebagai pertanda bahwa kehamilan ini tidak bisa dipertahankan. Ya, di usia kehamilan 7 minggu, rupa nya Allah berkehendak lain.
 
Tidak tahu apa penyebabnya,..sejak hari Jum'at, waktu itu, sudah mulai ada pendarahan, walaupun sedikit, masih flek-flek saja. Masih tenang dan cuek. Sampai hari Ahad ternyata flek belum juga berhenti. Memutuskan lah untuk pergi ke Bidan langganan dulu waktu hamil Fatih. Di Bidan diperiksa dan di USG (masih 2D) dan dinyatakan janin normal & sehat. Hanya Ibu nya yang butuh istirahat dan diharuskan bed rest. Dari Bidan hanya dikasih obat penguat kandungan dan sedikit nasehat : " Bu, kalau pendarahannya masih banyak, Ibu langsung ke dokter / Rumah Sakit saja ya".
Oke, saya pun pulang dengan perasaan yang masih biasa biasa saja.
 
Dan hari Senin, pagi pagi saat BAK, pendarahan semakin hebat. Disitulah saya mulai panik. Bingung, takut & perasaan aneh berkecamuk. Suami sudah berangkat kerja, tinggal berdua sama Fatih. Akhirnya menghubungi suami, yang baru bisa pulang sekitar pukul 11.00WITA. Selama pendarahan itu yang saya rasakan nyeri perut (layaknya mau menstruasi). Langsung lah kita pergi ke Rumah Sakit Amalia, Bontang untuk memastikan apa yang terjadi. Berharap tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
 
Menunggu dokter kandungan datang, menunggu antrian membuat saya semakin cemas. Tibalah giliran saya masuk ruang periksa. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan pak dokter, dan USG pun dilakukan. Pertama dilakukan USG luar (3Dimensi), dokter menemukan ada kantung janin, tapi belum yakin. Akhirnya dilakukan USG dalam (melalui "jalan lahir") dan dokter mengatakan bahwa janin tidak berkembang alias BO (Blighted Ovum). Pada kondisi ini, jika dilakukan USG dari luar, memang akan terlihat kantung janin (kantung ketuban) yang berkembang layak nya kehamilan normal, tapi sebenarnya embrio di dalamnya tidak berkembang. Dan tindakan yang harus dilakukan adalah dengan membersihkannya alias di kuret. Akhirnya saya pun di kuret malam itu juga. Sungguh pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Dan semoga ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi saya. Aamiin
 
Sedikit berbicara tentang BO (Blighted Ovum) atau kehamilan kosong, kalau orang di kampung saya (dikaitkan dengan mistis), mengatakan bahwa kehamilannya hilang di bawa oleh makhluk halus atau bayinya dipindahkan ke orang lain, dll. Karena memang kesannya bayinya menghilang tiba tiba. Ibu yang hamil  mengalami tanda-tanda dan perubahan-perubahan tubuh layaknya kehamilan normal, sama seperti saya, namun ketika di cek USG janinnya tidak ada/tidak berkembang. Namun itu semua hanya mitos.
 

Blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan tanpa embrio.
Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Maka pada ibu hamil yang mengalami blighted ovum, akan merasakan bahwa kehamilan yang dijalaninya biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Pada saat awal kehamilan, produksi hormon HCG tetap meningkat, ibu hamil ketika di tes positif, juga mengalami gejala seperti kehamilan normal lainnya, mual muntah, pusing-pusing, sembelit danlainnya. Namun ketika menginjak usia kehamilan 6-8 minggu, ketika ibu hamil penderita blighted ovum  memeriksakan kehamilan ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG, maka akan terdeteksi bahwa terdapat kondisi kantung kehamilan berisi embrio yang tidak berkembang. Jadi, gejala blighted ovum dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG atau hingga adanya perdarahan layaknya mengalami gejala keguguran mengancam (abortus iminens) karena tubuh berusaha mengeluarkan konsepsi yang tidak normal.

Blighted ovum terjadi pada saat awal-awal kehamilan. Penyebab dari blighted ovum sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun di duga karena adanya kelainan kromosom, kelainan genetik, atau sel telur dengan kondisi kurang baik di buahi oleh sperma normal atau sebaliknya. Sayangnya Blighted ovum tidak bisa di cegah atau dihindari. Untuk penanganan kehamilan blighted ovum tiada jalan lain kecuali mengeluarkan hasil konsepsi dari dalam rahim. Caranya bisa dilakukan dengan kuretase atau dengan menggunakan obat. Namun kuretase dianggap memiliki kelebihan karena dapat mencegah terjadinya infeksi dan juga pemeriksaan kromosom.






Senin, 01 Juni 2015

Tentang Liburan


Bagi saya liburan adalah momen untuk refreshing dan bersenang-senang, liburan merupakan sarana pembelajaran bagi saya, banyak hal yang akan saya lihat, menemukan nilai-nilai kearifan yang mungkin belum pernah saya kenal, selain itu liburan bisa menjadi sarana pembelajaran yang berguna untuk ‘menggembleng’ kita menjadi manusia yang lebih tangguh dari hari ke hari.Dan yang paling utama bahwa liburan akan selalu menambah rasa syukur saya kepada Tuhan pencipta alam, atas segala nikmat yang kami terima. #fabiayyiAlaaiRabbikumatukadziban?

Saya sekeluarga punya tradisi untuk berlibur bersama dan akan terus melazimkan liburan bersama. Destinasi liburan yang biasa kami pilih bukan destinasi wisata yang berbudget selangit atau akan menghabiskan banyak uang, sebaliknya wisata yang kami pilih biasanya cukup ringan di kantong. kami mengeksplorasi destinasi wisata yang ada di sekitar yang jarang dikunjungi orang.

Bagi saya dan keluarga berlibur itu penting! Mengapa demikian? Liburan bukan hanya berbicara mengenai menghabiskan uang untuk belanja, beli oleh-oleh apa, sudah foto dimana saja, menginap di hotel mana atau sudah mencicipi makanan apa, tetapi lebih kepada apa yang bisa kita dapatkan dalam sebuah liburan yang memiliki nilai lebih dari sekedar belanjaan, oleh-oleh, foto ataupun petualangan lidah.

Jangan tunda liburan anda, Waktunya kita melihat kehidupan lain di tempat-tempat yang berbeda selama kita masih diberi umur dan kesempatan. Liburan itu membawa sejuta manfaat dan yang pasti kita bisa menjadi pribadi yang lebih bahagia dan have good quality life !

“Get Happier Life with Take Holiday Trip”

Minggu, 31 Mei 2015

Menginjakkan kaki pertama kali di Kota Bontang

4 Januari,..

ingatan saya langsung meluncur ke beberapa waktu silam, tepatnya 3 tahun yang lalu.
Yaa 3 tahun yang lalu, tepat 4 Januari 2012, saya untuk pertama kalinya pergi meninggalkan kampung halaman, meninggalkan orang tua, meningeal sanak saudara dan meninggalkan berjuta kenangan indah ditanah kelahiran untuk mengabdi kepada seorang laki-laki yang sudah sah menjadi suami saya. (Kami menikah pada tanggal 30 Desember 2011)

Saya merantau ke  Bontang-Kalimantan Timur,  tempat dimana suami saya bekerja. Tempat yang asing bagi saya dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan disinilah babak baru kehidupan saya dimulai,..

Pertama kali turun dari pesawat menginjakkan kaki di pulau Borneo, di bandara Sepinggan Balikpapan, rasanya luar biasa sekali. Ada perasaan "wah" dalam diri saya, karena telah berada di pulau yang berbeda. Perjalanan dilanjutkan ke Bontang dengan perjalanan darat, butuh sekitar 6-7jam. Yaa lama dan jauh sekali...apalagi dengan medan yang "aduhai", naik-turun, belak-belok dan lumayan mengocok perut.

Sampai di gerbang kota Bontang,..perasaan lega muncul, akhirnyaa sampai juga ^^. Mulai masuk kota, terlihat jalanan sangat rapi dan bersih. Orang-orang yang melintaspun terlihat santai dan mentaati peraturan. Pokoknya enak dilihat deh jalanannya... *waktu itu saya melintasi jalanan kota*

gerbang kota bontang


Yaah, kesan pertama saya waktu itu, kota Bontang itu kota kecil yang bersih dan rapi. Jalanannya lancar & tenang untuk dilewati. *dan ternyata memang kota Bontang ini rutin menyabet piala Adipura* Jadi kesan pertama saya gak meleset..^^

Itulah cerita saya pada tanggal 4 Januari 2012, 3 tahun lalu...
pertama kalinya menginjakkan kaki di kota Bontang. ^^
It's My Life,..My Adventure ^^