Social Icons

Senin, 29 Mei 2017

Ramadhan Kareem : Pagi Penuh Hikmah

Alhamdulillah kakak ikutan sahur dan habis sahur, kita main ular tangga #mute. Iya ular tangga dari paket buku #MuhammadTeladanku.

Sengaja diajak main biar ga langsung tidur lagi. Hihihi


Ular tangga ini seperti ular tangga biasanya, ada tangga naik, ada turun. Ada start dan finishnya.
Kalau di ular tangga ini, pas kita berada di kotak yang kisah akhlak terpuji, ada pelangi yang berarti naik ke nomer atas. Dan pas berhenti dikisah akhlak tercela, ada simbol petir yang mengharuskan kita turun.
Start nya di bumi dan finish di surga.

Misal sampe di kotak yang bergambar & bertuliskan " Abu Bakar membebaskan budak", ada pelangi, jadi naik. Atau pas di kotak bergambar & bertuliskan "Abu Jahal menyiksa muslim", kita turun.

Sambil bermain, sambil berkisah. Tapi tadi cuma main aja, skip berkisahnya. Karena emaknya belum mempersiapkan diri. Hehehe

Nah awal-awal si kakak seneng tuh naik terus, sampe emaknya tertinggal jauh. Eh lha kok pas di kotak "Umayah menyiksa Bilal" doi turun jauh dan seketika protes.

"Ga mau turun, Fatih mau disini aja." Sambil memindahkan pion ke kotak "Nabi Isra' Mi'raj" yang pelangi nya naik ke atas.

Haiss ga beres ini kalau diturutin. Nanti doi bisa keterusan, ga siap menerima konsekuensi.

Akhirnya di kasih tau,
"Kakak harus di sini, kan turun. Ga boleh pindah ke kotak itu. Permainan ular tangga ini kan ada aturannya, jadi harus ikut aturan"

Doi masih ga mau, sambil merengek "Fatih mau disini aja"

"Kalau begitu berarti kakak ga sesuai aturan, nanti kalau kakak main sama temen-temen gimana? Mereka pasti ga mau main lagi, karena kakak ga sesuai aturan, maunya seenaknya sendiri."

"Kakak harus disini ya, mau ya? Kan memang jatahnya kakak turun dulu. Nanti kalo dapat pelangi, bisa naik lagi sampai atas. Ada kalanya kita turun, ada kalanya kita naik. Mau ya?"

Akhirnya mau doi ngikutin arahan saya. Dan lanjut main dengan happy tanpa rengekan. Pun kalau turun lagi dia sudah bisa menerima.

Bukan hanya masalah main ular tangga saja. Bukan hanya masalah main sama emaknya saja, tapi lebih ke memberi pengertian bahwa semua itu ada aturannya. Dan mau ga mau, siap ga siap, kita harus mentaati.
Pun dalam hidup, ada kalanya kita jatuh kebawah, tapi pasti juga kita akan naik keatas.

Membangun pondasi keyakinan seperti itu ke anak balita itu susah susah gampang. Karena rata-rata kalau bermain, apalagi sama ibu / ayah nya sendiri, suka seenaknya sendiri. Kalau sudah gitu nanti akan terbawa kalau main sama temen dan kelak dewasa akan terbiasa seenaknya sendiri.

Yah hikmah pagi ini memberi pengertian ke kakak Fatih tentang aturan, tentang sunnatullah 'naik turun' nya kehidupan. Tentang bukan hanya sekedar bermain tentu saja.

Aaaah pagi ini makin terasa syahdu, diiringi hujan di luar rumah, bermain ular tangga memberi hikmah tersendiri bagi kakak Fatih. ❤

Tapi sayang, belom selesai sampai finish di surga, permainan terhenti karena dadu loncat ke kolong kasur. 😂 yasudah... kita lanjut next time, sekaligus emaknya mempersiapkan diri dulu buat berkisah. Biar makin sip mainnya. Hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar