Social Icons

Selasa, 07 Februari 2017

Sakit Gigi sebagai Refleksi Diri



Sudah lima hari ini merasakan nikmat luar biasa tidak bisa membuka mulut. Ya, gusi bengkak akibat gigi bungsu mau tumbuh.

Kalau sudah begini, baru deh sadar kalau nikmat Allah itu tak terhingga. Ga bisa mangap aja tersiksa luar biasa. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Astaghfirullah maafkan hamba ya Allah, semoga sakit ini jadi penggugur dosa hamba. Aamiin

Bersamaan dengan saya mulai sakit gigi, si kakak menginap di rumah eyangnya. Disatu sisi bersyukur, karena saya bisa lebih mengendalikan emosi dan ga banyak omong (red: cerewet) karena si kakak ga dirumah. Tapi di sisi lain kehilangan. Hiks padahal ya cuma 2 hari tapi sudah ga tenang. Padahal ya dirumah eyangnya, pasti terjamin kebutuhannya, tapi tetep aja perasaan kurang nyaman. Begitulah emak-emak, bapernya tiada tara. #eaa 😂

Sebenarnya sakit gigi kali ini menjadi refleksi bagi saya. Ya selama ga bisa membuka mulut karena nyeri yang luar biasa, saya pun lebih banyak diam. Karena kalau banyak omong, malah semakin sakit rasanya. Dan saya tersadar momen sakit gigi ini justru hadir sebagai kendali diri saya saat ini yang memang emosi masih cenderung naik.

Disaat bersamaan kakak dirumah eyang. Lebih lebih menyadarkan saya, bahwa saya ga mungkin selamanya bersama dia. Ada kalanya dia jauh dari saya dan kalau sudah jauh rasanya sesuatu (walaupun cuma sebentar). Maka saya harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada sekarang, jangan sampai waktu yang ada disia-siakan dengan imaji negatif tentang sosok ibu yang cerewet dan suka marah-marah. Na'udzubillah

Semoga setelah gigi ini sembuh dan kakak juga sudah pulang, saya tetap bisa mengendalikan diri, mengendalikan mulut untuk lebih berkata-kata yang baik. Tidak asal njeplak, asal perintah, asal menjudge dan asal asal lainya, yang bisa merusak fitrah anak.

Saya sampai saat ini masih berusaha keras untuk lebih menata mulut dalam berkomunikasi. Sama pasangan, sama keluarga besar dan lebih-lebih sama anak. Ternyata merubah kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil itu luar biasa susahnya. Tapi selagi ada niat untuk berubah, insya Allah ada jalan dan semoga Allah memudahkan. Aamiin


#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar